Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Info Seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Seks. Tampilkan semua postingan

Makanan Untuk Seks Lebih Hot!

Gairah seks yang tinggi bisa menjadi kunci keberhasilan orgasme pasangan suami istri. Tapi bagaimana jika Anda menolak pasangan untuk berhubungan intim karena gairah seks Anda sedang menurun?

Menurut pakar seks Dr Rishi Bansal salah satu cara meningkatkan gairah seks yaitu dengan mengkomsumsi makanan yang bergizi mudah dicerna, dan mampu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh.

Seperti yang ditulis okezone dari Idiva, berikut lima makanan yang dapat membangkitkan gairah dan membuat seks Anda dan pasangan makin “hot” di ranjang.

Bayam

Kandungan vitamin E dan zat besi pada bayam membantu memproduksi hormon estrogen lebih banyak yang berarti bagus untuk gairah wanita.

Kacang-kacangan

Mengonsumsi kacang-kacangan dan buah-buahan kering dengan kandungan vitamin B3 mampu meningkatkan stamina. Produk ini juga mampu meningkatkan jumlah sperma bagi pria.

Bawang putih

Bila dikonsumsi secara rutin, bawang putih mampu meningkatkan panas tubuh dan memiliki efek positif pada hormon-hormon seksual Anda.

Ikan

Asam lemak omega-3 membuat fungsi sistem saraf Anda lebih efisien, dan membuat Anda lebih tenang bebas dari stres. Ikan juga mengandung selenium, seng, dan magnesium yang semuanya mampu mendorong gairah seksual Anda. Sertakan juga ayam dalam pola makan Anda, karena ayam merupakan sumber vitamin B kompleks yang dapat melepaskan hormon seks.

Ginseng

Mengandung L-Arsine, zat organik yang mampu melepaskan hormon seks. Gingseng juga mampu menambah energi.

Sumber: lifestyle.okezone
 

Penis Terkunci Ms V?

Pernah dengar tentang penis yang terkunci di dalam vagina sehingga tidak bisa keluar saat berhubungan intim? Benarkah ada kasus seperti itu?

Kondisi penis yang terkunci di dalam vagina disebut dengan penis captivus. Secara sederhana kondisi ini terjadi ketika otot vagina seorang perempuan menjepit penis laki-laki dengan ketat yang membuatnya terkunci.

Penis captivus umumnya terjadi di binatang, tapi tidak pada manusia. Hal ini karena tidak ada dokumen medis yang mencatat penis captivus terjadi pada manusia dalam 100 tahun terakhir.

Meski demikian berdasarkan studi yang dilaporkan dalam British Medical Journal (BMJ) menuturkan kondisi tersebut tidaklah sepenuhnya mitos.

"Kondisi ini hampir sama dengan vaginismus pada manusia, yaitu kejang otot vagina yang tidak disengaja yang membuat hubungan seksual menyakitkan atau bahkan tidak mungkin," ujar Dr Laura Berman, ahli kesehatan seksual Amerika, seperti dikutip dari abs-cbnnews.com, Rabu (8/12/2010).

Dengan kata lain otot yang mengepal spontan ini diketahui sebagai mekanisme pertahanan ketika ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam vagina, entah itu penis, tampon atau peralatan medis untuk USG vagina.

"Dalam banyak kasus, perempuan dan pasangan berasumsi hal ini karena kurangnya keinginan. Namun banyak perempuan yang mengalami vaginismus ingin berhubungan seks dengan pasangannya, tapi mereka menemukan tubuhnya tidak bisa bekerja sama," ungkap Berman.

Vaginismus dianggap sebagai kondisi umum dan merupakan disfungsi seksual pada perempuan yang sering dijumpai di seluruh dunia. Salah satu survei yang dilakukan oleh CETAD (asosiasi pendidikan dan penelitian pengobatan seksual) menuturkan tingkat vaginismus di Turki mencapai 10 persen, yaitu 1 dari 10 perempuan tidak bisa melakukan hubungan seks secara utuh.

Ada beberapa gejala yang muncul jika seseorang mengalami vaginismus, yaitu:

  1. Takut melakukan hubungan seksual dengan pasangannya dan tidak bisa melakukan penetrasi sama sekali.
  2. Melakukan hubungan seksual parsial (hanya sebagian dari penis yang bisa masuk ke dalam vagina).
  3. Tidak bisa memasukkan instrumen USG atau pembalut ke dalam vagina.
  4. Meringis atau takut melakukan pemeriksaan ginekologi.

"Vaginismus mungkin terjadi akibat rasa sakit kelamin jangka panjang, disfungsi pada otot panggul, trauma masa lalu yang berhubungan dengan kenangan menyakitkan atau takut kehilangan kontrol," ungkapnya.

Menurut Berman solusi untuk vaginismus terletak pada sumbernya, yaitu tubuh dan pikiran. Secara khusus lagi perempuan diharapkan untuk belajar mengendalikan otot-otot vagina. Kuncinya adalah mengenali antra ketegangan dan relaksasi di panggul.

Sumber: detikhealth

 

Sperma Jadi Lembek Karena Ini!

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi produksi dan kualitas sperma, yang tidak dikurangi atau kita hindari bisa berkurangnya sperma atau bisa juga menyebabkan kemandulan.

Seperti yang ditulis detikhealth yang dikutip dari MSN Health, Kamis (16/12/2010), berikut ini beberapa benda sehari-hari yang berisiko menyebabkan pria mandul.

1. Struk belanja
Hampir 40 persen kertas termal yang digunakan untuk mencetak struk belanja saat ini menggunakan komponen bisphenol-A (BPA) yang berbahaya bagi sperma. Kontak langsung selama 10 detik dengan struk belanja bisa memicu perpindahan 2,5 mcg BPA ke tangan, sedangkan dengan menggosok jumlahnya meningkat 15 kali lipat.

Meski belum ada bukti kuat yang menunjukkan seberapa besar ancamannya, tidak ada salahnya untuk diwaspadai. Caranya dengan tidak berlama-lama memegang struk belanja atau segera memasukkannya dalam dompet atau amplop tertutup.

2. Makanan kaleng
Kandungan BPA pada makanan kaleng digunakan untuk melapisi kemasannya. Sifat asam dari bahan makanan yang dikemas memperbesar kemungkinan BPA terlepas dari lapisan tersebut sehingga ikut termakan saat disajikan.

Untuk mengurangi kontaminasi BPA dari makanan kaleng, caranya cukup mudah yakni dengan sebisa mungkin menghindari makanan kaleng dan menggantinya dengan makanan segar.

3. Sex toy
Beberapa jenis alat bantu seks atau sex toy untuk pria maupun wanita seperti dildo, vibrator dan ring penjepit penis dibuat dari plastik vinyl. Jenis plastik ini bisa melepaskan phthalate, senyawa berbahaya yang bisa memicu alergi, kanker dan berkurangnya kualitas sperma pada pria.

Untuk menghindari risiko tersebut, pilih sex toy berkualitas yang dibuat dari silikon. Keamanannya lebih terjamin sebab silikon dipakai juga untuk membuat bebagai perangkat medis di rumah sakit.

4. Alat mandi
Phthalate tidak hanya bisa ditemukan pada sex toy tapi juga berbagai produk berbahan vinyl termasuk gorden kamar mandi. Bahkan beberapa jenis sabun dan shampoo juga menggunakan phthalates sebagai bahan tambahan.

Agar tidak melepaskan senyawa phthalate, ganti gorden kamar mandi jika sudah kelihatan usang. Pilih sabun dan shampoo yang bebas phthalate, biasanya yang tidak banyak menggunakan wewangian.

5. Pestisida
Kelebihan makanan organik adalah bebas dari kontaminasi pestisida yang berbahaya bagi kualitas sperma. Racun pestisida bisa terakumulasi pada tanaman, lalu termakan oleh manusia meski sudah dicuci dan dimasak.

6. Laptop dan penghangat kursi elektrik
Temperatur yang terlalu tinggi di sekitar buah zakar bisa mengganggu produksi sperma. Oleh karena itu meski cuaca dingin, kurangi penggunaan pemanas kursi mobil dan memangku laptop yang menyala di paha.

7. Ikan laut
Secara umum kandungan gizi ikan laut segar terutama asam lemak omega 3 sangat baik bagi kesehatan. Namun ikan laut yang diambil dari perairan tertentu yang tercemar mengandung racun-racun yang bisa menurunkan kualitas sperma pada pria.

Racun perairan yang mencemari ikan laut dan paling membahayakan bagi sperma adalah Polychlorinated biphenyl (PCB). Racun ini merupakan limbah dari industri elektronik yang bisa terakumulasi pada ikan laut.

Sumber: detikhealth

 

Amankah Seks Saat Hamil?

Jakarta - Kehidupan seks yang sehat dapat menambah kenyamanan dan meringankan tingkat stres saat kehamilan. Namun beberapa pasangan khawatir tentang kegiatan seks mereka apakah membahayakan janin atau tidak.

Kebanyakan pasangan ingin tahu apa saja kegiatan seks yang paling aman yang bisa dilakukan selama kehamilan. Untuk menjawab pertanyaan ini, pasangan harus mempertimbangkan kesehatan ibu, perkembangan kehamilan dan perasaan kedua
pasangan. Berikut beberapa informasi penting lainnya seperti dikutip modern mom.

Efek
Pada kehamilan berisiko rendah, seks dianggap aman dan sehat. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist, kenyamanan dan keingin akan seks pada wanita hamil harus dipastikan terlebih dahulu sebelum mulai berhubungan seks.

Beberapa posisi seks dapat membuat wanita hamil tidak nyaman, jadi kesabaran mencari posisi seks yang nyaman merupakan kunci utama. Dalam kehamilan berisiko tinggi, dokter mungkin menyarankan untuk membatasi atau bahkan melarang kegiatan seks.

Kurun waktu
Selama trisemester pertama kehamilan, tubuh lebih sensitif dan mual. Pada masa ini seks bisa menjadi tidak nyaman, bahkan dorongan seksual kemungkinan menurun. Pada trimester kedua, biasanya dorongan seksual kembali dan mual sudah berkurang.

Peningkatan berat badan pada trimester ketiga dapat membuat seks tidak nyaman, tetapi seks masih bisa dilakukan jika Anda dan pasangan menginginkan. Menurut Nemours Foundation, dokter mungkin menyarankan untuk menghentikan kegiatan seksual selama minggu-minggu terakhir kehamilan, karena sperma mengandung bahan kimia yang diyakini dapat merangsang kontraksi.

Kehamilan berisiko tinggi
Pada kehamilan berisiko tinggi, dokter cenderung untuk merekomendasikan pasangan tidak melakukan hubungan seks . Alasannya karena mudah terjadi pendarahan pada vagina, ketuban pecah dan pembukaan dini leher rahim atau plasenta pecah.

Wanita yang memiliki riwayat sulit hamil atau melahirkan prematur juga mungkin dianjurkan untuk tidak berhubungan seks.

Seks tidak menyebabkan keguguran
Seks tidak akan menyebabkan keguguran pada kehamilan yang sehat. Penetrasi juga tidak berbahaya bagi janin karena janin dilindungi oleh kantung ketuban dan lendir dalam rahim. Sebagian besar kasus keguguran terjadi karena masalah genetik atau masalah kesehatan lainnya.

Orgasme dan kontraksi
Orgasme dapat menyebabkan reaksi yang mirip dengan kontraksi. Hal itu bukanlah kontraksi ingin melahirkan dan tidak berhubungan dengan kelahiran prematur.

wolipop

 

Pelumas Bisa Membikin Puas

Cairan pelumas bisa meningkatkan kenikmatan dalam bercinta dan juga bisa membantu mengurangi nyeri saat berhubungan seks

Perempuan yang menggunakan lubrikan atau pelumas ketika berhubungan seksual mengaku merasa lebih puas dan tidak mengalami nyeri dibanding dengan rekannya yang tidak menggunakan pelumas vagina.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine ini menemukan, lubrikan akan mengurangi gejala-gejala negatif, seperti rasa sakit atau terbakar di bagian vagina. Kebanyakan responden juga mengatakan, lubrikan berbasis air lebih efektif dibanding yang berbasis silikon.
Nyeri di bagian vagina ketika berhubungan seksual (dispareunia) merupakan problem seksual yang sering dikeluhkan wanita. Biasanya nyeri genital berlangsung terus-menerus atau sering kambuh saat terjadi penetrasi.
Beberapa kondisi fisik yang bisa menyebabkan dispareunia, antara lain, kurangnya rangsangan seksual, perubahan hormonal, vagina kering, atau reaksi terhadap alat atau bahan kontrasepsi. Trauma psikologis seperti pemerkosaan atau pelecehan seksual juga dapat menjadi penyebab gangguan nyeri seksual.
"Penggunaan lubrikan saat foreplay atau permainan utama dengan pasangan bisa mengurangi rasa nyeri," kata Debby Herbenick, dari Center for Sexual Health Promotion, Indiana University Bloomington.
Penelitian dilakukan secara acak terhadap 2.453 wanita berusia 18-68 tahun. Mereka diminta memakai satu dari enam jenis pelumas selama dua minggu. Kemudian mereka ditanya mengenai tingkat kepuasannya, termasuk juga pengaruhnya terhadap gejala-gejala yang mengganggu ketika bercinta.
Sumber: kompas

 

Haruskah Ada Darah di Malam Pertama?

Banyak orang percaya bahwa untuk mengetahui bahwa seorang istri masih perawan adalah denga adanya darah yang keluar dari vagina ketika "malam pertama". Menurut dr Handrawan Nadesul seperti yang dikutip kompas mengatakan bahwa darah yang keluar dari vagina istri di malam pertama menjadi sebuah keharusan bagi sebagian lelaki, khususnya di Indonesia.
Dr Handrawan yang sudah mengasuh beberapa kolom kesehatan sejak tahun 1970an ini mengatakan, bahwa masyarakat Asia atau negara-negara timur, sangat menjunjung tinggi keperawanan. "Padahal, dalam sebuah kongres seksologi yang pernah saya hadiri beberapa waktu lalu mengatakan, angka remaja Indonesia yang sudah pernah melakukan hubungan seks itu cukup tinggi. Tetapi tetap, kebanyakan pria Indonesia masih sulit menerima istri yang sudah tidak perawan," jelasnya lagi.
Darah di malam pertama menjadi semacam momok bagi para wanita dan bisa dibilang menjadi isu penting tersendiri dalam benak mereka. Dokter yang juga mengasuh rubrik tanya jawab di tabloid Gaya Hidup Sehat itu bercerita, ia kerap mendapatkan surat-surat dari pembaca yang sangat concern akan keluarnya darah dari vagina di malam pertama akibat robeknya selaput dara (bukan karena haid). Ia pernah mendapat surat dari seorang wanita yang diceraikan oleh suaminya hanya karena di malam pertama, vaginanya tidak mengeluarkan darah, padahal ia belum pernah melakukan hubungan seks dengan siapa pun ataupun melakukan masturbasi. Bahkan, ada suku tertentu yang sengaja menaruh kain putih di kasur, di bawah perempuan yang baru menikah dan sedang melakukan hubungan seks, tujuannya tentu untuk memastikan ada atau tidaknya darah di malam pertama demi membuktikan bahwa si perempuan masih perawan atau tidak. Hal-hal semacam ini menunjukkan akan sebuah kesulitan tersendiri bagi perempuan menghadapi hal ini.
Mengapa ini terjadi? Bisa jadi karena masih tabunya pembicaraan seputar seks, sehingga pengetahuan mengenai hal-hal ini menjadi simpang siur, yang cenderung membuat posisi perempuan cenderung rentan penghakiman. "Padahal, ada kalanya selaput dara itu tersobek tanpa sengaja sebelum malam pertama karena banyak hal, salah satunya akibat olahraga," jelas dr Handrawan.
Selaput dara (hymen) adalah lapisan tipis yang menghalangi jalan masuk menuju rahim. Ada perempuan yang terlahir tanpa selaput dara, namun kebanyakan wanita memilikinya, ukuran dan bentuknya pun bisa berbeda dari wanita ke wanita. Umumnya, selaput dara tidak berupa lapisan utuh yang menutup, ada lubang kecil yang merupakan saluran pengeluaran darah haid. Saat selaput dara robek, bisa terjadi rasa sedikit tidak nyaman dan keluar darah.
Sementara dalam sebuah konsultasi, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mengatakan, "Istilah perawan atau tidak, tergantung apakah ia sudah atau belum pernah melakukan hubungan seksual. Kalau sudah pernah, maka dia disebut tidak perawan. Sebaliknya kalau belum pernah, maka dia disebut perawan. Keluarnya darah tidak harus terjadi ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual pertama kali. Jadi keluarnya darah tidak dapat digunakan sebagai tanda apakah seorang perempuan disebut perawan atau tidak."
Lebih lanjut mengenai malam pertama, menurut dr Handrawan, bisa terjadi banyak kemungkinan yang akan dihadapi dan perlu diketahui oleh para pasangan suami istri yang sama-sama baru pertama kali melakukan hubungan seksual, antara lain:
- Pada hubungan seksual pertama kali, belum tentu langsung bisa deflorasi. Tidak selalu bisa terjadi penerimaan vagina terhadap penis secara langsung.
- Ada kemungkinan si perempuan merasa sangat tegang atau takut di malam pertama, sehingga mempersulit penetrasi penis. Hal ini bisa terjadi karena salah pengetahuan atau kepercayaan mengenai seks. Contoh; sejak kecil, si istri mendapat penanaman pendidikan bahwa seks itu adalah perbuatan yang berkaitan dengan dosa, kotor, dan sebagainya. Alhasil, si istri merasa ketakutan ketika ia harus melakukan hubungan seks dengan suaminya, terjadilah blocking atau penolakan tanpa sadar. Vagina menegang dan sulit terjadi penetrasi karena tertutup atau si istri merasa kesakitan dan minta berhenti. Hal ini harus melalui semacam konseling dan psikoterapi untuk membuat si istri bisa tenang dan menjalani hubungan seksual dengan suami.
- Mungkin terjadi vaginismus. Ketika otot vagina menegang atau mengencang saat terjadi hubungan seksual. "Kalau Anda pernah lihat di film-film yang bercerita pasangan suami istri yang penisnya terjepit vagina, hingga keduanya harus dibopong ke rumah sakit dalam keadaan seperti itu, itu benar-benar bisa dan pernah terjadi. Jangan main-main dengan vagina. Ototnya memang benar-benar bisa sangat kuat," jelas dr Handrawan.
- Penetrasi yang terjadi di malam pertama, belum tentu berdarah, belum tentu pula tidak berdarah menandakan bahwa si perempuan sudah tidak perawan. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan selaput dara robek, misal karena si perempuan sering melakukan olahraga berat, seperti naik kuda, bersepeda, lompat tinggi, atau terjadi kecelakaan, dan lainnya.
- Penetrasi di malam pertama pun belum tentu langsung berhasil.
- Dyspareunia atau rasa nyeri yang sangat tidak nyaman bagi pemula. Ini bisa terjadi pada pasangan yang enggan melakukan komunikasi mengenai seksualitas. Pria hanya butuh beberapa saat untuk penisnya bisa siap bercinta, sementara perempuan, setidaknya butuh sekitar 20 menit persiapan sebelum vaginanya siap menerima penetrasi penis, karenanya, foreplay itu penting. "Ini terjadi karena pengantin baru masih malu-malu membicarakan mengenai seksualitas. Dari pengalaman saya, bahkan pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah pun masih ada yang enggan membicarakan tentang seks. Bahkan ada istri yang baru pertama kali merasakan orgasme ketika ia berusia 60 tahun, dan selama bertahun-tahun menikah dengan suaminya, si suami tidak tahu bahwa si istri tak pernah merasa puas, dan istrinya pun tak tahu orgasme itu seperti apa," paparnya.
Perlu diketahui bahwa seks bagi pria dan wanita itu berbeda proses dan perjalanannya. Apa yang bisa menjadi sisi sensitif dan berhasil membuat pria terangsang, belum tentu bisa pula membuat si perempuan terangsang. Begitu pun dalam hal durasi. Untuk membantu istri menerima penetrasi, kadang dibutuhkan "pengenalan" dan pembiasaan, yang mungkin butuh waktu, dan tentunya keikhlasan dari si perempuan untuk menerima penetrasi, serta si pria untuk tidak terburu-buru memaksakan penetrasi.
Komunikasi menjadi hal yang penting mengenai hal ini. Baik dalam membicarakan apa yang nyaman atau tidak bagi si istri atau suami, keinginan atau fantasi, atau hal-hal lain yang berkaitan dengannya. Kekurangan pengetahuan mengenai seksualitas juga bisa menyebabkan ketidakpuasan atau perilaku menyimpang. Seks seharusnya menjadi bagian yang membuat pasangan suami istri makin dekat, sebagai hasil tindakan afeksi satu sama lain, bukan justru yang memisahkan mereka akibat ketidaktahuan.
Sumber: kompas

 

Posisi Seks Tentukan Jenis Kelamin Bayi?

Secara alamiah, perempuan memiliki kemungkinan hamil sekitar 20-25 persen dalam satu siklus usia 20-an tahun. Artinya, pada usia 20-an tahun, pada setiap siklus ovulasi, kemungkinan menjadi hamil adalah 20-25 persen.
Jenis kelamin sendiri sudah terbentuk sejak terjadinya penggabungan sel (fertilisasi) antara sel sperma dengan sel telur di saluran telur. Jadi, proses terjadinya manusia bukan di rahim, melainkan di ujung saluran telur yang disebut ampula tuba fallopi.
“Setelah pertemuan itu, boleh dibilang semua bahan dasar manusia sudah terbentuk. Terjadilah penggabungan kromosom ibu dan kromosom ayah, termasuk jenis kelamin juga akan terbentuk. Seandainya terjadi kelainan pun, sejak awal sudah bisa diketahui,” ujar Dr. Prima Progestian, Sp.OG., dari RSIA Muhammadiyah Taman Puring , Jakarta.
Setelah itu, sel yang sudah bergabung tadi masuk kembali dan menempel di rahim menjadi embrio. Atau sebaliknya, keluar lagi sebagai menstruasi. Apabila terjadi penggabungan antara sperma Y dengan sel telur X , maka akan menjadi janin laki-laki. Perempuan hanya membawa satu jenis kromosom (X), sedangkan laki-laki memiliki 2 jenis sperma yang membawa kromosom X dan Y.
Terkadang terjadi kegagalan pembentukan sperma. Misalnya, pada kejadian XO atau hanya membawa sperma X, sedangkan Y tidak terbentuk. Akhirnya, yang terjadi adalah anak perempuan yang tidak sempurna. Ada juga kelainan di mana kromosomnya berlebih atau kurang. Kelainan ini bisa memengaruhi pola penampilan seks. Misalnya, jika yang terjadi adalah XYY, bisa jadi yang muncul adalah anak yang sangat agresif. Di Amerika, penelitian biasanya dilakukan ke para bandit. “Ternyata ditemukan kromosom Y-nya berlebihan, sehingga mereka menjadi sangat agresif dan menimbulkan permasalahan sosial,” kata Prima melanjutkan.
Faktor yang sangat memengaruhi jenis kelamin bayi adalah faktor genetik. Sebagai contoh, di Amerika, ditemukan sebuah keluarga yang memiliki kecenderungan selalu melahirkan bayi laki-laki. Selama 200 tahun, keturunan keluarga tadi laki-laki semua. “Ini tergantung kekuatan atau jumlah sel sperma yang ada. Tapi secara umum, probabilitas jenis kelamin bayi adalah 50-50.”

Kedalaman Penetrasi Jadi, sebetulnya, bisa tidak sih, pasangan suami-istri memilih jenis kelamin bayi sesuai keinginan mereka? Banyak pendapat atau mitos yang menganjurkan trik tertentu agar diperoleh jenis kelamin bayi yang sesuai harapan, dari mulai posisi hubungan seks, makanan, dan sebagainya.
Metode yang sekarang banyak dipakai adalah metode yang ditemukan Dr. Landrum Shettles. Penulis buku How to Choose the Sex of Your Baby ini menganalisis bahwa pH vagina berperan dalam proses pembuahan. PH yang semakin basa (alkalis) cenderung menghasilkan bayi berjenis kelamin laki-laki, sementara pH yang lebih asam (asiditas) sebaliknya. Dari dasar ini, kemudian diteliti dan dicari cara memperoleh suasana pH vagina yang diiinginkan.
Salah satunya adalah posisi hubungan seks. Agar menimbulkan suasana pH vagina yang basa, posisi hubungan seks yang dianjurkan adalah penetrasi semakin dalam ke arah serviks. “Ini bisa menimbulkan suasana basa, sementara penetrasi yang lebih ke arah luar, cenderung menciptakan suasana asam yang artinya peluang memperoleh anak perempuan lebih besar,” lanjut Prima.
Sementara untuk mengontrol dalam-tidaknya penetrasi, posisi yang dianjurkan adalah posisi misonaris untuk menciptakan pH asam, dan posisi rear-entry untuk menciptakan pH basa.
Begitu juga dengan makanan, dipilih jenis yang bisa menimbulkan suasana asam atau basa. Misalnya, untuk menciptakan suasana asam, maka konsumsi makanan yang dianjurkan adalah makanan yang mengandung unsur garam, atau makanan yang tinggi kalsium dan magnesium, seperti produk susu olahan (keju, yoghurt ) dan turunannya. Kemudian, menghindari makanan yang mengandung daging, karena tinggi natrium dan kalium. Sebaliknya, untuk memperoleh bayi laki-laki, pilih makanan yang tinggi natrium dan kalium. Ini akan membantu suasana cairan vagina menjadi lebih basa.

Timingnya Tepat
Selain posisi hubungan seks dan makanan, cara lain yang sering dipakai adalah mencuci vagina sebelum berhubungan intim. Misalnya, untuk mendapatkan pH vagina yang asam, vagina dicuci dengan cuka, sementara untuk mendapatkan suasana basa, bisa dibasuh dengan soda kue (baking soda ). Teknik ini memiliki tingkat keberhasilan yang tidak terlalu tinggi, sekitar 50-70 persen.
Teknik lainnya adalah dengan teknik waktu ovulasi (timing of ovulation ), yang juga diperkenalkan oleh Dr. Shettles. “Dasar teknik ini adalah melihat tingkat gerakan sperma. Sperma Y lebih kecil, karena materi genetiknya lebih sedikit, tapi umurnya pendek. Sementara sperma X lebih gendut, lebih besar dan lebih lambat gerakannya, tapi umurnya lebih tahan lama,” jelas Prima.
Atas dasar bentuk anatomi sperma ini, Shettles melihat faktor waktu hubungan seksual bisa berpengaruh terhadap jenis kelamin bayi. Semakin dekat waktu hubungan seks ke waktu ovulasi, diharapkan sperma Y yang lebih cepat bergerak ke sel telur, sehingga kemungkinan menghasilkan anak laki-laki lebih besar. Shettles menganjurkan hubungan intim dilakukan 1-2 hari sebelum ovulasi.
“Kalau ingin anak perempuan, hubungan intim sebaiknya dilakukan jauh-jauh sebelum ovulasi, bisa 3 - 5 hari sebelum ovulasi, setelah itu jangan berhubungan lagi,” lanjutnya. Diharapkan, sperma X sudah loyo, sementara sperma Y masih tahan sampai ke sel telur. Shettles mengklaim, teknik ini memiliki tingkat kemungkinan berhasil 70 - 80 persen.

Pilah-pilih Sperma
Selain metode Shettles yang boleh dibilang low technology , orang mulai mencari cara memilih jenis kelamin dengan cara yang lebih scientific dan lebih pasti. Salah satunya dengan memilih sperma. X dan Y dengan jalan disaring dengan cairan albumin (albumin method ). Metode ini ditemukan oleh Dr. Ronald Ericsson, PhD dan sekarang digunakan untuk proses inseminasi.
Prinsipnya, sperma di-washing , diputar (centrifuged ), kemudian dimasukkan ke dalam media albumin. Nah, sperma yang kemampuan berenangnya bagus diambil. Metode ini hanya memilah sperma yang baik, tapi tidak memilih jenis sperma, sehingga kemungkinannya hanya 78 persen-85 persen untuk bayi laki-laki, dan 73 persen-75 persen untuk bayi perempuan.
Metode yang lebih canggih lagi adalah dengan mikro sortir (microsort ). Prinsip metode ini adalah menandai kromosom dengan pewarna fluorescence atau FISH (fluorescence in situ hybridization ). Sperma ditandai dengan pewarna fluorescence, sehingga memancarkan warna tertentu, melalui alat yang dinamakan flow citometry . Misalnya, sperma Y hijau, sperma X merah. Setelah itu akan diperoleh X sort atau Y sort .
Keberhasilan metode ini diklaim meningkat sampai 85 persen, meskipun masih ada sperma yang lolos juga. “Metode ini juga sudah dilakukan di Amerika Serikat, meskipun masih muncul pro-kontra seputar keamanan pewarna,” pungkas Prima.

Sumber: kompas

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kilikiliku - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger